Showing posts with label altantuya. Show all posts
Showing posts with label altantuya. Show all posts

Mahathir Mohamad Say...

Friday, 4 February 2011
The former UMNO president said the party struggle now was only about contracts, APs and licenses. He stressed that the party must return to its roots and help unite a divided Malay community.

"We can unite the Malays if we are willing to work hard and explain that UMNO's struggle is for religion, race and country," he told the audience during a talk on "Malay race and the future" at the Tun Hussein Onn Memorial here.

Finally it has to come out. Dr Mahathir is saying something that I have also been writing about. His voice is of course louder and more impactful. Mine is the voice of an interested observer and also a stakeholder in UMNO's future.

The problem is with UMNO. It's a party for contracts and APs. In other words, self-interests override everything else. It's a party that has lost its bearings. It has dislodged itself from the founding principles- to struggle and push the agenda for race, country and religion. Two, not only it has lost bearings on these founding principles, UMNO hasn't been successful in re casting the principles with the new realities. UMNO has to contend with other stakeholders in this country. These stakeholders have become emboldened partly because they dominate the economy (the Chinese) and because of a more assertive leadership as in the case of the Malaysian Indians. UMNO degenerates because it can't offer competent leadership to contend with these groups. Three, UMNO has retreated from its role as the principled and steadfast spokesman for Malay interests.

In a nutshell, the present UMNO has failed to distinguish itself in a positive way from the rest of the pack. Hence for example, a small but vociferous pressure group such as Perkasa can rattle UMNO. Other NGOs have proven to be persuasive enough to steal the thunder from UMNO in a number of issues such as fighting corruption, abuse of power, decadence of its leaders. UMNO hasn't been nimble enough to seize the initiative in dominating the alternative media. The media companies that it owns have lost credibility not because they churned out untruths, but because they have not been able to win people over to their causes.

Devoid of an appreciation and understanding of its principles, it has spawned a different breed of leadership. On the whole, the leadership is one that's more interested in harnessing the trappings pf power instead of applying that power for the greater good. Hence there is a continuous mad scramble for positions in UMNO.

But UMNO can't attribute its shortcomings to others. UMNO's problems must be sorted out by UMNO people.

Dr Mahathir's recent statements must also be viewed as open criticisms on the leadership of DS Najib. Lee Kuan Yew's characterization of Najib as a rational leader and the attributes that qualify Najib as a rational leader is not exactly placing Najib in a strong position to galvanize the Malay ground. Indeed it can serve to alienate Najib further as he will be seen, as part of the make-up of the rational leader, to compromise many things of interest to the Malays.

I differ slightly as to the causes of the waning influence of UMNO. Dr Mahathir and many other UMNO leaders are not able any longer, to lay claim that UMNO is the absolute and undisputed voice of Malays. As I have written many times, the wisdom of the many and in this case the majority of Malays can't be wrong. Out of the 5.7 million Malay votes in 2008, UMNO got about 2 million votes. Its own members were not convinced of the UMNO leadership.

First we put our own house in order. Second, we reach out directly to the majority of people. We cannot wish PKR or PAS to fade away being our competitors for the Malay ground. UMNO has to offer credible and competent leadership, sound policies, communicate them and win people over to UMNO's cause. UMNO has to distinguish itself from these two in more positive ways.

Siapa disebalik Revolusi Mesir

Revolusi Mesir - Terjawab sudah siapa yang berada di balik revolusi yang bertujuan menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Pihak itu tak lain dan tak bukan adalah Amerika Serikat (AS). Skenario itu telah disusun Washington dengan bertema “perubahan rezim” selama tiga tahun terakhir. Skenario itu sangat matang hingga meledak setelah kesuksesan Revolusi Melati yang menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali. 

Harian Daily Telegraph terbitan Inggris menyebutkan, AS diam-diam mendukung para pemimpin gerakan revolusi Mesir. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kairo pernah membantu seorang anak muda anti-pemerintah untuk menghadiri konferensi para aktivis AS.

Nama pemuda itu dirahasiakan agar tidak diketahui polisi Mesir.Kemudian,saat datang ke Kairo pada Desember 2008,aktivis itu menuturkan bahwa para diplomat AS menggaet kelompok oposisi untuk merencanakan skenario menggulingkan Presiden Mubarak dan membentuk pemerintahan demokratik pada 2011. Aktivis tersebut kini telah ditangkap dalam kaitannya dengan demonstrasi yang merebak akhirakhir ini. 

Identitasnya tetap dilindungi Daily Telegraph. Sementara, data kabel rahasia diplomatik AS yang dirilis situs peretas WikiLeaks menunjukkan, pejabat Washington menekan pemerintah Mesir agar membebaskan para aktivis antipemerintah yang ditahan. 

Dalam data diplomatik disebutkan, pada 30 Desember 2008 Duta Besar AS untuk Mesir Margaret Scobey melaporkan bahwa kelompok oposisi sedang menyusun agenda rahasia “perubahan rezim” yang akan dilaksanakan sebelum pemilu, dan dijadwalkan pada September 2011. 

Memo yang dikirim Scobey dikirim ke Kementerian Luar Negeri AS di Washington itu bertanda “rahasia” dan berjudul “(Gerakan) 6 April, kunjungan aktivis ke AS dan perubahan rezim di Mesir”. 
Data kawat diplomatik juga menyebut bahwa para aktivis mengklaim mendapatkan dukungan dari kekuatan oposisi yang menyepakati rencana tidak tertulis untuk transisi menuju demokrasi parlementer. 

Mereka ingin mengubah konsep tataran pemerintahan Mesir dengan memperlemah kekuasaan presiden dan memperkuat perdana menteri dan parlemen. Rencananya, aksi itu akan dilaksanakan sebelum pemilu presiden 2011. Sumber kedutaan menyebutkan, rencana tersebut sangat sensitif dan tidak boleh ditulis. 

Bagaimanapun, dari dokumen tersebut menunjukkan para aktivis telah didekati para diplomat AS.Para aktivis juga mendapatkan dukungan besar atas kampanye pro-demokrasi dari para pejabat di Washington. 

Ya, aksi demonstrasi Mesir kali ini dikendalikan Gerakan Pemuda 6 April, sebuah kelompok di Facebook yang menarik generasi muda dan kelompok terdidik untuk menentang Mubarak. Kelompok ini beranggotakan 70.000 anggota dan menggunakan situs jejaring sosial untuk mengendalikan demonstrasi. Meski akhirnya Mubarak memutus semua jaringan komunikasi di negaranya. Mubarak kini menghadapi tantangan paling berat dalam pemerintahannya selama 31 tahun berkuasa. 

Sebagai sekutu utama, posisi AS pun serbasulit.Tetapi,AS tetap memainkan standar ganda untuk menutupi skenario revolusi. Itu terbukti ketika Obama berkomentar pada pekan lalu mengenai Mesir. Presiden AS Barack Obama dalam reaksi atas demonstrasi di Mesir, menyatakan, “Kekerasan bukanlah jawaban dalam penyelesaian permasalahan di Mesir.” Dia juga menegaskan agar Mubarak menempuh langkah reformasi politik. Bisa dibilang, investasi AS untuk Mesir sangatlah banyak.

Salah satunya adalah militer. AS juga dalam kondisi khawatir karena memikirkan apakah militer Mesir akan berpihak ke Washington atau tidak. Sedikitnya USD1,3 miliar bantuan AS dikucurkan untuk militer Mesir pada 2010.Bantuan untuk pasukan huru-hara dan polisi Mesir berjumlah sekitar USD1 juta. “Hubungan dengan militer merupakan suatu hal yang sangat keramat. Militer merupakan elemen penting dalam hubungan dua negara,”ujar Jon Alterman,peneliti di Pusat Kajian Strategi dan Internasional. Washington telah mengancam militer Mesir agar tidak bertindak keras terhadap demonstran. 

Suleiman, Masa Depan Mesir? 

Revolusi Mesir kini tidak lagi fokus terhadap penggulingan Mubarak.Rakyat Mesir dan dunia internasional mengarahkan perhatiannya terhadap Omar Suleiman. Siapa dia? Suleiman telah dipilih menjadi Wakil Presiden Mesir.Dia pernah menyelamatkan Mubarak ketika diserang teroris di Etiopia. 

Penunjukan Suleiman sebagai wakil presiden pada Sabtu 29 Januari lalu merupakan sinyal bahwa dialah calon pemimpin masa depan Mesir yang direstui Mubarak. Kedekatan Suleiman dengan militer dan dikenal sebagai pemecah masalah adalah harapan bagi Mubarak yang ingin mempertahankan kekuasaan. Kedua orang tersebut merupakan sahabat lama dan sama-sama dekat dengan Washington. Para pejabat AS memandang Suleiman sebagai pemimpin transisi nantinya, setelah Mubarak. Dengan dukungan Ahmed Shafiq, 69, yang ditunjuk sebagai perdana menteri, ditambah dengan Hussein Tantawi yang tetap menjabat panglima militer, maka posisi Suleiman semakin kuat. 

“Presiden (Mubarak) memilih seorang pria yang dia percaya ketika dia (Mubarak) sedang digoyang,” ujar Mahmud Shokry, mantan duta besar untuk Suriah dan teman dekat Suleiman,kepada The NewYork Times.

“Tidak ada keraguan bahwa presiden tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti.” Suleiman, mantan jenderal, menjadi kandidat pemimpin Mesir yang telah diskenariokan kubu Mubarak dan militer. Jika Suleiman tetap maju,maka publik akan marah karena itu tidak dikehendaki oleh rakyat Mesir.Jika Suleiman jadi presiden, maka demokrasi otoriter dengan dukungan militer akan terus berlanjut. 

“Dia (Suleiman) merupakan orang yang keras dan kuat dengan orientasi bisnis. Dia juga merupakan negosiator yang ulung,”ujar Emad Shahin, mantan dosen di American University di Kairo. Menurut Shahin, setelah aksi demonstrasi besar-besaran ini jelas sekali militer akan mengambil alih.Apalagi, sejarah telah membuktikan bahwa rakyat Mesir memang lebih menghormati militer. Itu disebabkan militer yang menyelamatkan Mesir ketika berperang melawan Israel pada 1967 dan 1973.

Mencari Pemimpin Alternatif Mesir 

Jadi, apakah Suleiman adalah orang yang dipandang Barat mampu menggantikan Mubarak? Jawabannya memang sangat sulit.Barat tidak memfavoritkan Suleiman sebagai pengganti Mubarak yang telah 30 tahun berkuasa meski wakil presiden baru itu tampaknya akan didukung AS. Telunjuk Barat sebenarnya lebih terarah pada Mohamed ElBaradei yang dielu-elukan Barat. 

Dia dianggap cocok menjadi pemimpin transisi bagi Mesir.Pergaulan yang luas membuat ElBaradei dihargai banyak pihak. Apalagi, dia merupakan seorang sekuler. ElBaradei menyerukan agar Ikhwanul Muslimin seharusnya menjadi partai politik dan bekerja sama dalam satu payung bersama Koalisi Nasional untuk Perubahan.

sumber : international.okezone.com

Power to the people


Power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people, right on 

Say you want a revolution
We better get on right away
Well you get on your feet
And out on the street 

Singing power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people, right on 

A million workers working for nothing
You better give 'em what they really own
We got to put you down
When we come into town 

Singing power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people, right on 

I gotta ask you comrades and brothers
How do you treat you own woman back home
She got to be herself
So she can free herself 

Singing power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people, right on
Now, now, now, now 

Oh well, power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people, right on 

Yeah, power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people, right on 

Power to the people
Power to the people
Power to the people
Power to the people, right on

ROTI NAJIB.....

Najib’s Corner ini telah menjadi perbualan ramai warga India
terutama di Brickfields. Restoran ini makin popular dan orang
ramai menjadi ‘curious’ dan mencari restoran ini.

Petang kelmarin kawan lama saya dari UM telah mengajak saya 
bertandang ke restoran ini. Tetapi saya tidak dapat pergi
kerana telah ada temu janji yang lain.

Di sebelah malamnya kawan saya menalipon saya. Lalu saya bertanya
tentang Najib’s Corner. Kawan saya bercerita panjang lebar tentang
décor dan perhiasaan dalam restoran ini. Saya tidak berminat sangat
tentang perhiasaan atau pinggan mangkok restoran ini. 

Saya ingin tahu masakan yang spesial dari restoran ini.

‘Ada biawak goreng ke? Saya bertanya.

‘Kau gila ke’ jawapan dari kawan saya.

‘Itu… apa yang spesial’. Saya bertanya lagi.

‘Ada Roti Najib…. tadi aku makan Roti Najib…’

‘ Macam Roti John… yang di Melaka ke? Saya ingin pengesahan.

‘ Pelayan muda itu yang beri cadangan supaya aku makan Roti Najb’

‘ Roti Najib ini macam mana… macam Roti John ke?’ Aku tak sabar nak tahu.

‘ Tak laaa…. macam roti canai….kan ada roti banjir, roti sardin, roti keju….’. Kawan aku menerangkan dengan jelas.

‘ Abis… apa yang spesial nya..’ 

‘ Laaa… Roti Najib ini roti canai yang tak ada telor…… kah kah kah’


dipetik dari tukartiub.blogspot.com

WAJAH-WAJAH KECEWA


Wajah-wajah stress, kecewa, geram, hampa di Bursa Saham…
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
dan yg paling stress sekali………….
Photobucket

Tong insulasi: Menteri akur bantahan 5,000 peniaga ikan

Mohd Yusri Amin

Pengerusi Persatuan Pemborong dan Penjual Ikan Kelantan, Mat Tarmizi Mamat berkata, bantahan itu dilakukan kerana tong itu berharga RM120 seunit berbanding tong biasa RM34 satu unit.

Selain itu katanya pengurusan tong insulasi merumitkan peniaga.

"Dengan penggunaan tong berinsulasi menyebabkan kos yang ditanggung pemborong empat kali ganda lebih besar.

"Dan bila harga tong meningkat maka dengan sendirinya harga ikan akan meningkat,” katanya di sini.

Baru-baru ini beliau bersama peniaga ikan mengadakan demontrasi aman sebagai membantahkan penggunaan tong berinsulasi.Image

Menurutnya dakwaan Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia (LKIM) tong itu tahan ais tidak benar kerana kualitinya kurang, licin, tidak tahan lama serta mudah pecah.

Beliau berkata, persatuan musykil dengan arahan itu kerana pada majlis dialog dengan pihak berkenaan pada 21 Januari lalu, penggunaan tong berinsulasi ditangguhkan.

"Dialog terakhir antara Pemborong Kelantan dengan Pengarah LKIM Malaysia diadakan setelah kita buat bantahan dan menghantar memorandum kepada LKIM Negeri.

"Dan 1 Mac lalu kita tiba-tiba diarahkan supaya mengguna tong insulasi dan kalau tidak guna, kita akan diambil tindakan. Sedangkan dalam dialog dulu ditangguh," ujarnya.

Beliau berkata, peniaga ikan tetap tidak mahu menggunakan tong berinsulasi.

Seorang peniaga ikan di Pasar Besar Siti Khatijah, Kamaruddin Mamat berkata, kalau pihak berkenaan tidak memberi kelonggaran, mungkin bekalan ikan terputus di Kelantan.

Image "Kami mahu kelonggaran supaya boleh menggunakan semula tong sedia ada yang biasa memandangkan tong insulasi itu bukan saja harga mahal tapi sukar untuk mengurusnya, tak tahan ais," katanya.

Ekoran bantahan itu, Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani, Dato' Mustapa Mohamed dilaporkan berkata, pihaknya bersetuju menetapkan hanya 10 peratus sahaja tong insulasi digunakan bagi setiap penghantaran ikan import supaya tidak membebankan mereka.

Menurutnya juga tong ikan berinsulasi hanya diwajibkan kepada pengimport yang memmbawa masuk ikan dari negara luar termasuk Thailand dan Indonesia.

Ketika diminta mengulas kenyataan terbaru menteri, Tarmizi berkata, menteri sepatutnya faham terhadap masalah yang berlaku kerana kesannya diterima rakyat, apabila tiada ikan di pasaran minggu lalu. - mj